Dorongan kerja atau motivasi mutlak perlu dimiliki oleh
seorang karyawan dan merupakan kewajiban bagi seorang pemimpin untuk
mengarahkannya, namun kepemimpinan bukanlah masalah mudah, baik memahami maupun
menerapkannya dengan tepat. Untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal, salah satunya
adalah pimpinan perusahaan mampu mengarahkan (directing) para karyawan agar
bersedia melakukan apa yang diinginkan organisasi. Fungsi ini melibatkan
kualitas, gaya dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan
seperti komunikasi, motivasi dan disiplin.
Pemimpin yang efektifitas ditentukan oleh kemampuannya membaca situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya sedemikian rupa agar sesuai dan mampu memenuhi tuntutan situasi yang dihadapi, sehingga para bawahan yang dipimpinnya mampu dimotivasi dengan baik dan mampu melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.
Konsep-konsep kepemimpinan telah banyak diterapkan dan dipergunakan dalam berbagai konteks organisasi maupun manajemen. Namun banyak pula kegagalan-kegagalan dalam tingkatan manajerial sebagai akibat adanya ketidakmampuan seorang pemimpin melakukan perubahan-perubahan baik pada suimber daya manusianya maupun pada kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu menjadi pemimpin bukanlah suatu pekerjaan yang mudah karena langsung berhadapan dengan pekerja yang mempunyai berbagai latar belakang, kondisi dan harapan yang kompleks.
Untuk mempermudah pelaksanaan tugas dan wewenngnya seorang pemimpin, maka setiap pemimpin perlu mempunyai gaya pendistribusian tugas, yang dalam hal ini dapat disebut juga sebagai pola kepemimpinan.
Pemimpin yang efektifitas ditentukan oleh kemampuannya membaca situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya sedemikian rupa agar sesuai dan mampu memenuhi tuntutan situasi yang dihadapi, sehingga para bawahan yang dipimpinnya mampu dimotivasi dengan baik dan mampu melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.
Konsep-konsep kepemimpinan telah banyak diterapkan dan dipergunakan dalam berbagai konteks organisasi maupun manajemen. Namun banyak pula kegagalan-kegagalan dalam tingkatan manajerial sebagai akibat adanya ketidakmampuan seorang pemimpin melakukan perubahan-perubahan baik pada suimber daya manusianya maupun pada kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu menjadi pemimpin bukanlah suatu pekerjaan yang mudah karena langsung berhadapan dengan pekerja yang mempunyai berbagai latar belakang, kondisi dan harapan yang kompleks.
Untuk mempermudah pelaksanaan tugas dan wewenngnya seorang pemimpin, maka setiap pemimpin perlu mempunyai gaya pendistribusian tugas, yang dalam hal ini dapat disebut juga sebagai pola kepemimpinan.
You might also like: